BUMN Siap Dukung Pemerintah Capai Target Net Zero Emission di 2060

JAKARTA, RagamNews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan transformasi yang dijalankan BUMN harus menjunjung prinsip transformasi energi bersih sekaligus mengakselerasi ekonomi hijau. Menjalankan transformasi energi bersih dan mengurangi emisi karbon adalah tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan hidup kita.

Menurutnya, transformasi yang mengusung ekonomi hijau akan memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan seluruh masyarakat. Antara lain, udara yang lebih bersih dan berkurangnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat terjadinya perubahan iklim.

“Jika sektor usaha BUMN sejak dini sudah memulai program dekarbonisasi pada lini bisnisnya, maka beberapa tahun ke depan justru akan membawa manfaat ekonomi yang lebih besar. Selain menciptakan peluang industri baru dan lapangan kerja yang lebih besar, harga energi Indonesia akan lebih terjangkau,” kata Erick, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian BUMN.

Erick Thohir mendorong perusahaan BUMN untuk berkomitmen terhadap upaya pengurangan emisi karbon. Komitmen itu merupakan bentuk dukungan untuk mencapai target net zero emision yang telah dicanangkan pemerintah Indonesia yaitu pada 2060.

Sebagai salah satu perusahaan di bawah naungan Kementerian BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen penuh untuk turut mendukung target tersebut. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan bahwa dalam operasionalnya, SIG telah melakukan inisiatif penurunan emisi karbon.

Pada tahun 2020, SIG telah melakukan beberapa program kerja utama yang merupakan bagian dari SIG Sustainability Initiatives untuk mendukung upaya penurunan emisi karbon. Program-program kerja utama tahun 2020 tersebut diantaranya adalah penurunan clinker factor, peningkatan pemakaian alternative fuel (biomassa dan RDF) serta efisiensi energi (listrik dan thermal).

Menurutnya, dalam hal pemanfaatan alternative fuel selain menggunakan biomassa, SIG juga memanfaatkan sampah kota yang sebelumnya telah diolah menjadi Refused Derived Fuel (RDF) sebagai energi alternatif pengganti batu bara di Pabrik Narogong dan Cilacap.

“Selain itu, Perseroan juga memanfaatkan panas gas buang dari proses pembakaran sebagai pembangkit listrik dengan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban dan Indarung”, tambah Vita Mahreyni.

Atas upayanya itu, perusahaan meraih dua penghargaan, yaitu Penghargaan Sektor Emiten dan BUMN kategori Transparansi Penurunan Emisi dengan Gelar Green Elite dan Penghargaan Sektor Emiten dan BUMN  Kategori Transparansi Perhitungan Emisi dengan Gelar Gold Plus pada Jumat, (22/4/2022).

Kategori Green Elite diberikan kepada perusahaan yang mengungkapkan adanya pencapaian dan perhitungan penurunan emisi GRK serta perhitungan GRK termasuk dalam lingkup assurance/verifikasi pihak ketiga independen.

Sedangkan kategori Gold Plus untuk perusahaan yang mengungkapkan perhitungan 2 cakupan/scope emisi dan perhitungan GRK termasuk dalam lingkup assurance/verifikasi pihak ketiga independen.