Disebut Hanya Tiga Unit Jet Tempur FA-50PH yang Siap Terbang, Ini Tanggapan AU Filipina

Disebut Hanya Tiga Unit Jet Tempur FA-50PH yang Siap Terbang, Ini Tanggapan AU Filipina

Belakangan santer diwartakan tentang menurunnya tingkat kesiapan tempur dari Angkatan Udara Filipina, khususnya terkait kabar hanya 3 unit – dari 12 unit jet tempur FA-50PH Fighting Eagle, yang saat ini bisa dioperasikan. Sebagai penempur utama andalan Negeri Pinoy, perihal serviceable FA-50 menjadi sorotan, terlebih jet tempur produksi Korea Aerospace Industries (KAI) ini usianya masih terbilang muda.

Baca juga: Goyang Pasar Afrika, Korea Selatan Tawarkan Jet Latih Tempur FA-50 ke Mesir

Rupanya kabar di atas mendapat perhatian langsung dari pihak angkatan udara. Dikutip dari pna.gov.ph (21/9/2022), Angkatan Udara Filipina (PAF) pada Rabu mengatakan bahwa sejumlah pesawat tempur ringan FA-50PH kini statusnya non-operasional karena sedang menjalani perawatan wajib terjadwal.

“Benar bahwa kami memiliki pesawat FA-50 yang saat ini dalam status non-operasional, kebanyakan dari mereka hanya pemeliharaan terjadwal yang sedang berlangsung, termasuk pemeriksaan pencegahan wajib dan pesawat-pesawat tersebut akan segera kembali mengudara,” kata juru bicara Angkatan Udara, Kolonel Ma Consuelo Castillo, dalam sebuah pesan kepada Kantor Berita Filipina.

FA-50 milik AU Filipina.

“Saat ini beberapa jet tempur masih menunggu datangnya suku cadang dari luar negeri. Suku cadang ini kebanyakan kami sebut Time Change Items (TCI) dan perlu diganti setelah jam tertentu digunakan untuk memastikan keselamatan operasi penerbangan,” kata Castillo. Ia menambahkan bahwa keterlambatan pengiriman suku cadang sebagian besar dipengaruhi oleh perlambatan rantai pasokan karena peristiwa global baru-baru ini. Tidak dijelaskan peristiwa global secara spesifik.

“Tetapi yakinlah bahwa tindak lanjut yang konstan dan dekat sedang dilakukan. Segera setelah kami mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan, sisa jet tempur akan segera terbang,” kata juru bicara PAF.
Meskipun jumlah pesawat tempur operasionalnya terbatas, Castillo mengatakan bahwa AU Filipina masih dapat menjalankan mandatnya sesuai kebutuhan dengan waktu respons teruji.

FA-50PH buatan Korea Selatan saat ini menjadi pesawat tempur udara utama PAF dan digunakan secara luas untuk pertahanan udara, serangan permukaan, dan misi dukungan lainnya. FA-50PH telah digunakan dalam meendukung operasi militer di Kota Marawi, di mana FA-50 banyak digunakan untuk peran misi dukungan udara jarak dekat bersama dengan pesawat serang turboprop OV-10 Bronco dan pembom ringan SF-260.

FA-50PHs memiliki kecepatan tertinggi Mach 1.5 atau satu setengah kali kecepatan suara dan dilengkapi dengan rudal udara ke udara AIM-9 Sidewinder, rudal udara ke permukaan dan sejumlah bom udara.

Baca juga: KAI Ungkap Rencana Upgrade FA-50 Fighting Eagle, Bakal Punya Jangkauan Lebih Jauh dan Lebih Mematikan

AU Filipina menerima 12 unit FA-50 dari Korea Aerospace Industries seharga PHP18,9 miliar. Pengiriman dimulai pada November 2015 dan selesai pada Mei 2017. Ada kabar bahwa Filipina berencana untuk membeli FA-50 dengan varian yang ditingkatkan. (Gilang Perdana)



Source link