Europol: Dampak Keuangan dari COVID-19 Picu Meningkatnya Kasus Pengaturan Skor Pertandingan

JAKARTA, RagamNews.com – Dampak keuangan yang diakibatkan oleh Covid-19 pada klub-klub sepak bola telah menyebabkan meningkatnya kasus-kasus pengaturan skor pertandingan, kata Europol.

Europol, badan penegak hukum Uni Eropa, dan UEFA sedang bekerja sama untuk mengatasi maraknya kasus pengaturan skor pertandingan dalam sepak bola.

Konferensi Europol-Uefa pertama tentang pengaturan pertandingan diadakan pada hari Selasa.

“Kejahatan terorganisir dengan cepat memahami bahwa banyak klub sepak bola menderita secara finansial sebagai akibat dari Covid-19,” kata Burkhard Muhl, yang dikutip BBC, Selasa (26/04/2022).

Muhl, kepala pusat kejahatan keuangan dan ekonomi Eropa Europol, menambahkan: “Dan di mana ada lebih sedikit uang, pemain, pelatih, ofisial, dan bahkan eksekutif klub semakin rentan dikorupsi oleh para oknum pengatur skor atau fixer.

“Apalagi dengan keuntungan besar yang diasosiasikan dengan ‘membuat hal-hal yang tidak terduga dapat diprediksi’, kami melihat semakin banyak kasus pengaturan skor pertandingan dan hasil yang mencurigakan,” katanya.

Sebanyak 109 pejabat dari penegak hukum, otoritas kehakiman, dan asosiasi sepak bola nasional dari 49 negara menghadiri konferensi di markas Europol di Den Haag, Belanda.

“Kerja sama antara penegak hukum dan organisasi olahraga sangat penting untuk tidak hanya mendeteksi dan menyelidiki dugaan korupsi dalam sepak bola, tetapi juga untuk menghentikan kegiatan penipuan semacam itu bahkan sebelum mereka dapat memulai,” kata Muhl.

Sportradar, sebuah perusahaan yang mendeteksi pola taruhan yang tidak biasa, merilis laporan pada Oktober yang mengatakan mereka telah mendeteksi lebih dari 1.100 pertandingan olahraga yang mencurigakan sejak awal pandemi pada April 2020.

“Konferensi internasional gabungan Europol-Uefa pertama ini merupakan langkah maju yang penting dalam memerangi kasus pengaturan skor, dan mengirimkan sinyal kuat bahwa kedua organisasi di sini menyatukan kekuatan mereka dan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan fenomena ini”, kata Angelo Rigopoulos , direktur pelaksana masalah integritas dan regulasi UEFA, seperti diberitakan BBC.