Frigat HMCS Winnipeg (Halifax Class) Kanada Sandar di Jakarta, Modern dengan Padat Persenjataan

Frigat HMCS Winnipeg (Halifax Class) Kanada Sandar di Jakarta, Modern dengan Padat Persenjataan

Setelah mengikuti RIMPAC 2022 di Perairan Hawaii, rupanya salah satu kapal perang dari kawasan Amerika Utara tidak kembali ke pangkalannya, melainkan justru berlayar jauh ke arah barat Pasifik, yang dimaksud adalah frigat HMCS Winnipeg (FFH 338) milik Angkatan Laut Kanada, persisnya frigat dengan bobot mati 5.000 ton itu menjadi tamu Pangkalan Utama TNI AL(Lantamal) II dan telah sandar di JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara pada Rabu (31/08/2022).

Baca juga: Ronin Speed Boat – Peronda Dermaga Lantamal Jakarta

Dengan komandan Annick Fortin, rencananya HMCS Winnipeg akan sandar di Jakarta sampai empat hari kedepan. Terlepas dari pelayaran persahabataan ke Indonesia, menjadi menarik perhatian adalah profil HMCS Winnipeg, dimana frigat ini adalah salah satu dari 12 unit frigat Halifax class. Frigat ini dibangun galangan Saint John Shipbuilding Ltd, diluncurkan pada 5 Desember 1994 dan resmi masuk kedinasan AL Kanada pada 23 Juni 1995.

Desain frigat Halifax class, muncul dari Program Frigat Patroli Kanada, dipesan oleh Pasukan Kanada pada tahun 1977 sebagai pengganti kapal perusak St. Laurent class, yang sudah tua. Untuk mencerminkan perubahan strategi jangka panjang Angkatan Laut Kanda selama tahun 1980-an dan 1990-an, frigat Halifax class dirancang sebagai general purpose warship dengan fokus pada kemampuan anti kapal selam.

Frigat Halifax punya berat 4.750 ton, lebar 16,4 meter dan panjang keseluruhan 134,65 meter. Halifax didorong oleh dua poros dengan baling-baling pitch Escher Wyss yang digerakkan oleh sistem CODOG (Combined diesel or gas) dari dua turbin gas General Electric LM2500 yang menghasilkan 47.500 hp dan satu mesin diesel SEMT Pielstick 20 PA6 V 280, menghasilkan 8.800 hp.

Spesifikasi mesin di atas, menjadikan Halifax class punya kecepatan maksimum 29 knots (54 km/jam) dan jangkauan 7.000 mil laut (13.000 km) pada kecepatan 15 knots (28 km/jam) saat menggunakan mesin diesel. Bila menggunakan mesin turbin gas, kapal memiliki jangkauan 3.930 mil laut (7.280 km) pada kecepatan 18 knots (33 km/jam). Halifax class diawaki 198 personel, yang terdiri dari 17 perwira dan 17 awak udara (helikopter).

Bicara tentang persenjataan, Halifax class dibekali rudal anti kapal 8 × MK 141 Harpoon, rudal hanud jarak sedang 16 × Evolved Sea Sparrow, meriam 1× Bofors 57 mm Mk 3, kanon CIWS 1× Phalanx CIWS, senapan mesin berat 6× 12,7 mm, dan torpedo ringan 24× Mk 46. Untuk dukungan helikopter, Halifax class membawa satu unit Sikorsky CH-148 Cyclone lengkap dengan helipad dan hanggar yang berukuran besar.

Baca juga: Thales dan PT Len Raih Kontrak Upgrade KRI Usman Harun 359, Kemampuan Bakal Setara Frigat Martadinata Class

Halifax class mengadopsi CMS (Combat Management System) 9LV dari Saab. Di antara nama besar pengguna 9LV adalah frigat Anzac Class (Australia), frigat Halifax Class (Kanada), korvet Visby Class (Swedia), kapal selam Gotland Class (Swedia), kapal kombat Independence Class (Amerika Serikat), dan Landing Helicopter Dock Canberra Class (Australia). (Gilang Perdana)



Source link