Hari ini 25 Tahun Lalu, F-22 Raptor Terbang Perdana, Inilah Sejarah Jet Tempur Stealth Super Eksklusif

Hari ini 25 Tahun Lalu, F-22 Raptor Terbang Perdana, Inilah Sejarah Jet Tempur Stealth Super Eksklusif

Hari ini, 25 tahun lalu yang bertepatan dengan 7 September 1997, menjadi momen bersejarah dalam jagad penerbangan militer, dimana prototipe jet tempur stealth F-22 Raptor terbang perdana di Dobbins Air Reserve Base di Marietta, Georgia, Amerika Serikat. Bertindak sebagai pilot uji dalam penerbangan perdana Raptor adalah Paul Metz.

Baca juga: Hari ini, 9 Tahun Lalu, Chengdu J-20 Sang Penantang F-22 Raptor Terbang Perdana

Kala itu, sorak-sorai terdengar dari beberapa ratus insinyur, perancang, anggota tim, mekanik, dan pejabat Angkatan Udara yang menonton dari landasan, ditambah 5.000 atau lebih orang yang tertarik melihat dari balik pagar di ujung landasan pada penerbangan Sang Raptor dengan nomer 4001.

Dari sejarahnya, butuh jalan panjang untuk mewujudkan penerbangan perdana F-22 Raptor. Angkatan Udara AS mengidentifikasi persyaratan kebutuhan jet tempur ini pada tahun 1981, yakni untuk pesawat tempur dengn superioritas udara baru untuk menggantikan F-15 Eagle. Para pesaing dalam kompetisi program Advanced Tactical Fighter (ATF) dipilih pada momen Halloween di tahun 1987. Prototipe YF-22 dan YF-23 kemudian diterbangkan pada tahun 1990, dan pada akhirnya tim Lockheed-Boeing-General Dynamics memenangkan kontes ATF pada tahun 1991.

Kontraktor utama, Lockheed Martin, mendapat jatah membangun sebagian besar badan pesawat dan sistem senjata serta melakukan perakitan akhir, sementara Boeing menyediakan sayap, badan belakang, integrasi avionik, dan sistem pelatihan.

Setelah hampir 44.000 jam uji di terowongan angin, 13.000 uji sampel bahan, dan enam tahun pengembangan, dan tiga kali pengulangan program yang diamanatkan oleh Kongres, F-22 Raptor akhirnya mengudara pada 7 September 1997.

Saat terbang perdana, kepala pilot penguji (chief test pilot) Paul Metz menarik hidung Raptor ke atas dan dengan cepat menambah kecepatan dan ketinggian, bahkan dengan roda pendarat turun.

Setelah dua putaran pada rute segitiga di sekitar Georgia utara, Metz mendarat 58 menit kemudian. Saat ia melintasi taxiway, dia memutar jet sedikit, menginjak rem, dan jet itu ‘membungkuk’ ke arah kerumunan yang mengapresiasi. Penerbangan perdananya adalah yang pertama dari 3.496 penerbangan dan 7.616 jam uji yang akan datang dalam fase pengembangan rekayasa dan manufaktur F-22. Angkatan Udara AS baru mendeklarasikan beroperasi F-22 Raptor pada tahun 2005.

“Keberadaan pesawat ini telah mengubah lanskap strategis selamanya,” kata CEO Lockheed Martin Robert J. Stevens.

Setelah 15 tahun diproduksi, pada 2 Mei 2012, menjadi momen pengiriman F-22 Raptor terakhir ke AU AS. Total ada 195 unit F-22 Raptor yang telah diproduksi, terdiri dari 8 prototipe dan 187 unit jet tempur operasional.

Baca juga: U-2 Dragon Lady Berhasil Buka Konektivitas Data antara F-22 Raptor dan F-35 Lightning II

Bagi Amerika Serikat, F-22 Raptor tergolong alutsista yang bernilai strategis, hal ini dibuktikan dengan tidak dijualnya jet tempur generasi kelima ini ke pasar ekspor, termasuk tidak dijual ke negara sekutu terdekatnya sekalipun. (Gilang Perdana)



Source link