Jadi Pusat Bisnis Global, DPRD Bentuk Pansus Jakarta Pasca IKN

JAKARTA, RagamNews.com – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, H Misan Samsuri memimpin Badan Musyawarah untuk membentuk panitia khusus (Pansus) Jakarta Pasca Ibu Kota Negara (IKN).

Pansus ini penting dibentuk untuk memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat atas posisi Jakarta setelah tidak menjadi IKN.

“Hari ini kita bahas pembentukan Pansus Jakarta Pasca IKN. Setelah Ibu Kota pindah, Jakarta ini harus jelas mau seperti apa. Harus terencana dengan baik, makanya perlu dibentuk Pansus seperti apa yang diusulkan Bapemperda, Jakarta ke depan seperti apa,” kata Misan Samsuri kepada wartawan, Rabu (11/5/2022).

Politisi Partai Demokrat itu memastikan aspirasi masyarakat Betawi agar Jakarta tidak kehilangan kearifan lokalnya akan disuarakan di dalam Pansus. Nantinya, Pansus akan melakukan pedalaman pada setiap sektor kehidupan masyarakat.

“Pembentukan Pansus ini baru diputuskan di Bamus. Nanti, setiap Fraksi akan mengirimkan anggotanya untuk menjadi Pansus, lalu diputuskan siapa ketuanya nanti kemungkinan rapat pimpinan,” ujarnya.

Menurutnya, posisi Jakarta Pasca IKN terus disuarakan masyarakat. Terlebih, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyusun Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026 dengan target sebagai pusat ekonomi dan bisnis skala global setelah nanti tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara.

“Kan katanya, Ibu Kota pindah ke Kalimantan, pergerakan ekonomi akan tetap di Jakarta. Malah, Jakarta masih tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional. Masukan-masukan ini nanti kita bahas di Pansus,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memastikan Jakarta tak akan kehilangan status kekhususan nya pasca IKN dipindahkan ke Kalimantan Timur. Menurutnya, Jakarta saat ini sudah jadi kota bisnis dengan pusat ekonomi.

“Nah, makanya kita ini kan sekarang ada panitia khusus (pansus) mengenai Ibu Kota Negara (IKN). Apa yang hilang, apa yang nggak. Tapi, saya rasa kalau untuk kekhususannya sih nggak hilang,” kata Pras.

“Karena (Jakarta) ini akan menjadi kota ekonomi, semua nggak lari ke IKN. Ada yang urusan perekonomian atau apa, ada di sini. Jadi, Jakarta bener-bener kota bisnis,” tambahnya.