Kapolri: Polri Harus Terus Tingkatkan Kepercayaan Publik – Republika Online

Tuesday, 25 Ramadhan 1443 / 26 April 2022
Tuesday, 25 Ramadhan 1443 / 26 April 2022

Jumat 17 Dec 2021 18:59 WIB
Rep: Bambang Noroyono/ Red: Ilham Tirta
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat atas berbagai peristiwa yang melibatkan kepolisian. Sigit mengatakan, mengacu analisis emosional para pengguna berbagai platform media sosial (medsos) di internet, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri cuma 10 persen.
Menurut dia, analisis emosional masyarakat di medsos, didominasi dengan anggapan negatif terhadap anggota kepolisian. Bahkan, dari analisa emosional tersebut, ada yang merasa jijik dengan keberadaan anggota Polri.
“Muncul analisa media sosial terhadap berbagai macam peristiwa yang berkembang, yang di-upload di media sosial terhadap Polri. Ada yang netral, ada bersifat antisipasi, ada yang berbentuk trust atau percaya, ada juga yang berbentuk anger (marah), disgust, artinya jijik. Takut, supraise, senang, dan kemudian sedih,” ujar Sigit, Jumat (17/12).
Ungkapan Sigit tersebut, ia sampaikan di hadapan para anggota Polri, saat memberikan arahan langsung pada forum rapat kordinasi analisis dan evaluasi Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri di Yogyakarta, Jumat (17/12). Arahan Kapolri tersebut, disiarkan lewat kanal YouTube Polri, Jumat (17/12).
Dalam forum tersebut, Sigit tak menyampaikan detail persentase analisis emosional masyarakat di medsos terhadap Polri tersebut. Tetapi, Sigit meyakini, analisis emosional di medsos adalah gambaran dari realita, penilaian, dan anggapan publik terhadap kehadiran Polri.
“Ini tentunya menjadi tugas bagi kita semua. Ini adalah beragam persepsi dari masyarakat, karena memang saat ini adalah dunia media sosial dengan pemanfaatan teknologi informasi. Mau tidak mau, kita, tetap terus mengikuti perkembangan dari media sosial ini,” ujar Sigit.
Analisis emosional tentang Polri, di ragam medsos, kata Sigit, tentunya harus menjadi peringatan serius bagi seluruh anggota Polri. Itu sebabnya, Sigit mengatakan, agar setiap anggota Polri, mengintrospeksi diri atas perannya sebagai pelayan masyarakat.  
“Tentunya dari angka-angka yang ada ini, harapan kita bagaimana kemudian, warna kuning, terkait dengan trust yang saat ini hanya 10 persen ini, bisa kita tingkatkan. Yang warna merah, dan warna ungu, serta warna abu-abu ini, bisa kita kecilkan,” terang Sigit.
Warna-warna yang dimaksud Sigit itu adalah kategori negatif dari analisis emosional terhadap Polri. “Kalau yang merah membesar, ungu membesar, yang abu-abu membesar, tentu, kemudian harus melihat lagi ke dalam, apa yang terjadi dengan kita (Polri),” ujar Sigit.
Sigit pun menegaskan, agar para anggota Polri sensitif terhadap penyelesaian isu-isu yang dimunculkan di medsos. Karena akan berdampak pada penilaian publik terhadap Polri. Sigit mencontohkan, beberapa isu yang kerap menjadi bagian dari penilaian publik terhadap Polri, seperti kasus-kasus yang beririsan dengan asusila dan seksualitas, serta kepekaan terhadap gender.
“Ini biasanya yang menjadi perhatian,” ujar Sigit.
Dapatkan Update Berita Republika
Pelanggaran HAM yang Jelas dan Kekuatan Buzzer di Kisruh Desa Wadas
Tiga Besar Elektabilitas Bakal Capres yang Semakin Mengerucut dan Stabil
Perintah Netral dalam Pengungkapan Dugaan Korupsi Minyak Goreng
Larangan Ekspor Minyak Goreng Sesuai Aspirasi, Tapi Jangan Jadi Kebijakan ‘Angin-anginan’
Imbauan Mudik Lebih Awal: Jangan Sampai Tragedi Brexit 2016 Terulang
Sumatra

Jumlah pemudik tidak banyak, hanya berkisar 50 sampai 100 orang.
Bandung24jam

Rekomendasi kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Matapantura

Kapasitas pengolahan Kilang Balongan akan naik dari 125 ribu barel per hari menjadi 150 ribu barel per hari.
Sulawesi

Penyaluran pembiayaan kepada UMKM diiringi pelatihan, konsultasi, dan pendampingan.
Sumatra

Harga TBS yang cukup drastis tersebut membuat petani khawatir menghadapi Lebaran.
2 PHOTO
2 PHOTO
2 PHOTO
12 PHOTO
5 PHOTO
Selasa , 26 Apr 2022, 03:09 WIB
Senin , 25 Apr 2022, 20:44 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source