Malaysia Lewat! Indonesia Ternyata Jawara Militer di ASEAN – CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Kekuatan pertahanan Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata dan bahkan mengungguli Jerman dan Israel. Di Asia Tenggara, Indonesia bahkan menjadi yang terkuat. Posisi itu berpeluang terjaga dan bahkan membaik menyusul pembentukan perusahaan induk (holding) militer alias pertahanan.
Aaat ini, kekuatan militer Indonesia berada di urutan 15 dunia dari 140 negara yang di survei 2022 oleh menurut Global Firepower (GFP). Posisi tersebut naik 1 peringkat dari 2021. Bahkan, skor indeks kekuatan militer (Power Index/PwrIndx) Indonesia sebesar 0,2251 mengungguli Jerman, Australia, Israel dan Ukraina.
Sementara di kawasan ASEAN, Indonesia memiliki militer terkuat di antara negara lainnya. Vietnam mengejar dengan menempati urutan 28 dunia dengan nilai 0,4521. Kemudian, Thailand dengan skor 0,4581 yang menempatkan negara Gajah Putih bertengger di urutan 3 ASEAN dan 29 dunia
Selanjutnya, Myanmar dan Singapura berada di urutan 4 dan 5 militer terkuat di ASEAN. Di dunia, keduanya menempati urutan 39 dan 42. Sementara negara tetangga Indonesia yaitu, Malaysia dan Singapura bertengger di urutan 6 dan 7 ASEAN serta 42 dan 48 dunia. Kamboja dan Laos menempati urutan paling bontot di kawasan ASEAN.
Berdasarkan data GFP, personel militer di Tanah Air tercatat sebanyak 1.080.000 jiwa dengan personel aktif sebesar 400.000 jiwa, personel cadangan 400.000 jiwa, dan paramiliter sebanyak 280.000 jiwa.
Kekuatan di darat Indonesia dilengkapi oleh 1.444 kendaraan lapis baja, 314 tank, 413 tower artillery, 153 self-propellerd artilery, dan 63 peluncur roket. Sementara itu di udara, militer Indonesia diperkuat oleh 41 pesawat tempur. 23 pesawat penyerang khusus, 17 pesawat misi khusus, 172 helikopter, dan 15 helikopter serang.
Kemudian di laut aset kekuatan Indonesia sebanyak 296 unit, yang terdiri dari 7 unit kapal fregat, 24 unit kapal korvet, 4 kapal selam, 181 kapal patroli, 11 unit mine warfare.
Di tengah makin memanasnya konflik di beberapa belahan dunia, terutama di Eropa Timur (konflik Russo-Ukraina) dan Laut China Selatan, alat utama sistem pertahanan (alutsista) negara memang harus diperkuat baik dari sisi peremajaan, perawatan, maupun pengadaan baru.
Pada titik ini, diperlukan program kerja yang lebih terkoordinir dan fokus di antara perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) alutsista, yang ditandai dengan pembentukan perusahaan induk bidang militer di Tanah Air.
Tidak heran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan holding BUMN Industri Pertahanan bernama Defense Industry Indonesia (Defend ID). Keanggotaannya terdiri dari lima BUMN industri pertahanan yaitu PT LEN Industri sebagai induk, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia dan PT Dahana.
Perusahaan induk tersebut dibentuk untuk bersaing di industri pertahanan dan menjaga kedaulatan negara. “Agar sepenuhnya kita siap memasuki era persaingan baru dan mampu menjaga kedaulatan negara,” kata Jokowi, kemarin (20/4/2022).
TIM RISET CNBC INDONESIA

source