Merajalelahnya Narkoba Di Kalangan Remaja Berpendidikan

Bogor-Bahaya Narkoba sudah menakutkan bagi masyarakat, bahkan Indonesia sudah dikategorikan darurat narkoba oleh pemerintah. Hal ini merujuk dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa hampir 88% pemuda Indonesia sudah pernah menggunakan Narkotika. Mengingat begitu pentingnya menjaga generasi emas tanpa narkoba, khususnya kalangan pelajar, untuk itu mahasiswa Universitas Nahdlatul ulama Indonesia dalam rangka kuliah kerja nyata (KKN) melakukan seminar pendidikan dan bahaya narkoba dengan tema “mencegah Generasi emas tanpa narkoba” supaya tidak macam-macam dengan narkoba dan miras, KKN kelompok 01 UNUSIA mengadakan seminar tentang pendidikan dan bahaya narkoba bagi remaja yang dilaksanakan di kantor desa srogol kecamatan Cigombong kabupaten Bogor Jawa barat, pada Senin (22/8/22).

Dengan mengundang anggota kepolisian Bogor dan berbagai kalangan masyarakat, seminar ini di ikuti peserta berjumlah 45 peserta terdiri dari mahasiswa KKN, siswa siswi magang, karang taruna, perangkat desa, ibu PKK dan masyarakat desa srogol. Dihadiri oleh berbagai narasumber berbagai kategori seperti enduksi yang pendidikan oleh Saefullah, MA.Hum, kordinator sosial rehab Solihkun S.Ag dan narasumber tentang penyuluhan Narkoba dari BNNK Bogor sutriyaningsih, S.Psi. Acara di buka dengan sambutan pertama oleh perwakilan KKN Kusdiana Oktavian, ” Terimakasih untuk pak lurah yang sudah menyiapkan tempat untuk kami menyelenggarakan program KKN, dan juga atas partisipasi dan kontribusinya dari semua aspek untuk acara seminar KKN UNUSIA Tim Srogol Maju dengan tema “Mewujudkan Generasi emas tanpa narkoba” kami mengambil tema ini dengan tujuan untuk membangun generasi muda untuk mengetahui pendidikan, dan pentingnya pendidikan di era milenial. Juga untuk memberi tahu anak muda khususnya, dan masyarakat umumnya tentang betapa pentingnya edukasi terkait bahaya narkoba dan juga cara mengatasinya diantaranya dengan rehabilitasi. ” Sebutnya.

Sambutan kedua oleh kepala desa srogol Asep Irwan Kuswara lalu di lanjutkan oleh Abdul Qodir, MA.Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). memaparkan bahwa saat ini tidak ada yang kebal dengan pengaruh narkoba karena pemuka agama, Artis dan unsur TNI-Polri sekalipun sudah banyak yang terjerat narkoba. “Intinya setiap orang harus membentengi dirinya dengan hal-hal rohani, dan jangan pernah mencoba memakai narkoba, serta jauhilah teman yang memakai narkoba, sembari menghadapi tantangan kehidupan dengan iklas dan tawakal” ujar sutriyaningsih selaku narasumber BNNK Bogor.

Sambil membawa beberapa contoh jenis narkoba Solihkun menjelaskan “bahwa jika seseorang itu penasaran dengan barang haram tersebut akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis bahkan ada yang dimasukan kedalam minuman dan permen, tapi jika sudah ketagihan maka akan di jual dengan harga mahal. Maka jika sudah kecanduan cara apapun akan dilakukan untuk mendapatkan narkoba tersebut walaupun harus dengan cara mencuri.” Tegas solihkun selaku koordinator sosial rehab. Beberapa peserta pun bertanya tentang seputar narkoba kepada narasumber. Narasumber berharap agar semua peserta yang hadir menjadi duta-duta pencegahan narkoba kepada teman, keluarga dan lingkungan sekolah dan masyarakatnya sehingga selesai acara ini para peserta akan memberikan pengaruh yang positif. Acara di tutup dengan lantunan doa oleh Eko Suryanto.