Panglima AB Malaysia Tinjau Program Konversi Dua Unit CN-235-220 Varian Intai Maritim di Bandung

Panglima AB Malaysia Tinjau Program Konversi Dua Unit CN-235-220 Varian Intai Maritim di Bandung


Bandung, 22 Juni 2022, Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang dalam kunjungannya ke PT Dirgantara Indonesia (DI) meninjau progres dua unit yang tersisa dari tiga unit pesawat CN-235 milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang sedang dikonversi menjadi Pesawat CN-235-220 Maritime Surveillance Aircraft (MSA) melalui program Maritime Security Initiative (MSI).

Baca juga: PT DI Tuntaskan Konversi Satu Unit CN-235 MPA Malaysia, Dua Unit Lainnya Sebelum Pertengahan Tahun

Direktur Utama PT DI, Gita Amperiawan menyampaikan terima kasih atas inisiasi dan dukungan dari Panglima Angkatan Tentera Malaysia pada Program Maritime Security Initiative (MSI). Sebagai catatan, pada 17 Juni 2022, PT DI telah menyelesaikan dan melakukan terbang kirim (ferry flight) satu unit CN-235-220 Maritime Surveillance Aircraft (MSA). Sedangkan, sisa dua unit lainnya direncanakan akan dikirimkan pada bulan Juli dan September 2022.

“Kami ucapkan terima kasih atas inisiasi dan dukungan dari Panglima Angkatan Tentera Malaysia pada Program Maritime Security Initiative (MSI) yakni modifikasi 3 unit pesawat CN-235 milik TUDM menjadi Maritime Surveillance Aircraft (MSA). Saat ini, pesawat ke-1 dengan No. Registrasi M44-03 telah berhasil kami delivery pada tanggal 17 Juni 2022”, kata Gita Amperiawan, Direktur Utama PT DI, dalam siaran pers yang diterima Indomiliter.com.

PT DI berkomitmen untuk terus mendukung seluruh pesawat CN-235-220M TUDM di masa yang akan datang, termasuk dukungan untuk keberlanjutan pesawat MSI, melalui Program Follow On Support yang mencakup training, dukungan spare part & repair, technical assistance, services dan updated technical publication.

Hingga saat ini, PT DI sudah membangun Integrated Display (Glass Cockpit) pada 15 unit pesawat CN-235, dimana 1 unit diantaranya adalah Full Glass Cockpit pada pesawat CN235 NextG serial number N70 milik TNI AL. PT DI bekerjasama dengan Integrated Surveillance and Defense, Inc (ISD) yang berkantor pusat di Wilsonville, Oregon, Amerika Serikat dalam menyediakan dan integrasi Mission Management Systems (MMS) untuk 3 unit pesawat CN-235-220 milik TUDM.

(defencesecurityasia.com)

Perangkat Mission Management Systems yang akan dipasangkan pada CN235-220 MSA milik TUDM diantaranya FLIR (Forward Looking Infra Red) yaitu kamera yang dilengkapi dengan Infrared untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

Kemudian ada belly radome dimana dipasangkan radar dome di bagian bawah atau di bagian perut untuk menyimpan 360° Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal, sehingga dapat diperoleh posisi objek yang mencurigakan.

Sebelumnya dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan perawatan pesawat CN-235-220 TUDM pada tanggal 28 Maret 2022 lalu di pameran Defence Service Asia (DSA) 2022 di Kuala Lumpur, Malaysia, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan menyerahkan Supplemental Type Certificate (STC) pesawat CN235-220 Military Transport milik TUDM yang dikonversi menjadi CN235-220 Maritime Surveillance Aircraft (MSA) oleh PTDI di bawah program Maritime Security Initiative (MSI) kepada Panglima Tentera Udara (PTU) TUDM, General Dato Sri Mohd Asgjar Khan bin Goriman Khan.

Baca juga: Bukan Dua, Ternyata Malaysia Bakal Konversi Tiga Unit CN-235 ke Varian MPA di Bandung, Ini Spesifikasinya

Sistem misi instalasi pada pesawat milik TUDM tersebut telah berhasil memperoleh STC, yang merupakan hasil kerja sama antara Indonesian Defence Airworthiness Authority (IDAA) Kementerian Pertahanan RI dan Directorate General Technical Airworthiness (DGTA) Kementerian Pertahanan Malaysia.



Source link