Perang Masih Ngeri, Militer Ukraina & Rusia Baku Tembak 5 Jam – CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Perang masih terus terjadi antara Rusia dan Ukraina. Dalam laporan terbaru, CNN International, Selasa (12/4/2022) malam waktu setempat, pertempuran sengit tanpa henti selama lima jam terlihat di kota Zaporizhzhia, Ukraina bagian tengah.
Militer Ukraina menyebut lokasi baku tembak berada di distrik Polohy. Ukraina sendiri sedang mencoba membebaskan wilayah itu dari pasukan Rusia.

“Setelah unit-unit brigade pertahanan teritorial menduduki sebagian distrik, bala bantuan Rusia memaksa pasukan untuk mundur,” kata Juru Bicara Administrasi Militer, Kolonel Ivan Arefyev.
Ia mengatakan Rusia telah mengintimidasi penduduk setempat dan membujuk mereka untuk memihak Kremlin. Bahkan warga dipaksa memberikan sebagian pendapatan ke tentara Rusia.
“Tindakan serupa terjadi di distrik Berdyanssk di wilayah tersebut,” katanya, menyebut wilayah di dekat kota Mariupol, yang hinna kini juga masih dikuasai Rusia.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin memberi peringatan terbaru soal perang Rusia dan Ukraina. Ia bersumpah serangan yang dilancarkan ke tetangganya itu tak akan berakhir.
Hal itu ditegaskannya, di sela-sela konferensi pers kunjungan sekutunya pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko, kemarin. Ia pun mengatakan pembicaraan damai telah menemui jalan buntu.
Sekarang, persyaratan keamanan dan masalah pengaturan hubungan di Krimea, Sevastopol dan Donbas dikeluarkan dari ruang lingkup perjanjian ini,” katanya, dikutip laman yang sama.
“Artinya, kami kembali ke jalan buntu untuk diri sendiri dan untuk semua.”
“(Rusia) tidak akan menghentikan operasi militer di Ukraina sampai Moskow berhasil,” tambahnya lagi.
Di kesempatan yang sama, ia membantah laporan pembunuhan massal (genosida) di Bucha, wilayah dekat itu kota Ukraina, Kyiv. Sebelumnya, ditemukan 300 mayat di jalan-jalan kota itu, pasca pasukan Rusia ditarik mundur ke Ukraina Timur.
“Palsu,” tegasnya.
Ia mengatakan laporan itu sama seperti pemberitaan penggunaan senjata kimia di Suriah oleh rezim Presiden Bassar Al-Assad. Perlu diketahui, di perang Suriah, Rusia membantu militer Assad untuk menghancurkan pemberontak.
“Ada provokasi di Suriah, tentang penggunaan senjata kimia yang ditanam oleh pemerintah Assad. Kemudian, itu ternyata palsu. Palsu yang sama di Bucha,” katanya lagi.
Serangan Rusia ke Ukraina telah terjadi sejak 24 Februari. AS dan sekutu internasional memberlakukan rentetan sanksi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia untuk mencoba melemahkan perang Kremlin.
Rusia sendiri kini menarik diri dari serangan di Kyiv dan mengaku akan fokus ke Ukraina Timur, alih-alih Ukraina Tengah. Sejumlah pengamat menilai Beruang Putih akan habis-habisan di wilayah Donbass, yang memang selama ini memiliki milisi pemberontak, yang didukung Moskow.

source