Profil Sky Warden Air Tractor AT-802

Profil Sky Warden Air Tractor AT-802

Pesawat COIN (Counter Insurgency) bermesin turborop nyatanya tak hanya laris digunakan di negara-negara berkembang. Sebagai bukti, US Special Operations Command (SOCOM) telah memilih L3Harris Technologies dan Air Tractor untuk memasok 75 unit pesawat serang cropduster dalam kesepakatan yang bernilai US$3 miliar.

Baca juga: Air Tractor AT-802U – Sang Penantang Super Tucano, “Battle Proven” di Langit Papua

Ini adalah kemenangan besar bagi kontraktor pertahanan terbesar keenam di AS. Sedangkan pesawat yang digunakan L3Harris adalah Air Tractor AT-802 yang dipersenjatai. Dikutip dari Defenseone.com (1/8/2022), kontrak awal yang diberikan pada hari Senin lalu bernilai US$170 juta, tetapi akan mencapai US$3 miliar pada tahun 2029 jika semua opsi dilakukan.

“Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk mendapatkan sistem pesawat berbiaya rendah, andal, tangguh, multi-peran, kecil hingga menengah dengan berbagai kemampuan yang saat ini dilakukan oleh platform lain, seperti dukungan serangan udara jarak dekat, serangan presisi, dan intelijen, pengawasan dan pengintaian,” kata SOCOM dalam sebuah pernyataan.

L3Harris menyebut, bahwa SOCOM akan mulai menguji pesawat yang disebut Sky Warden tahun ini. Untuk itu, perusahaan berencana menambah 100 karyawan untuk membangun pesawat di pabrik seluas 90.000 kaki persegi di Tulsa, Oklahoma.

Pilihan SOCOM kepada Sky Warden Air Tractor AT-802 adalah kekalahan besar bagi Textrons Beechcraft, yang telah menghabiskan jutaan dolar selama dekade terakhir untuk mengembangkan versi serang dari pesawat latih T-6 (Textron AT-6E Wolverine) yang belum dapat dijual dalam jumlah besar. Sky Warden juga dipilih daripada MC-145B yang ditawarkan oleh Sierra Nevada.

Meski desainnya berasa jadul dengan tail wheel ala P-51 Mustang, namun sejatinya Air Tractor AT-802 terbilang pesawat baru, pasalnya pesawat besutan Air Tractor Inc, Texas, Amerika Sertikat ini baru terbang perdana pada Oktober 1990.

Namun ada yang berubah dari AT-802 sejak 2008, setelah AU AS merilis program Light Attack/Armed Reconnaissance (LAAR), pesawat ini disulap sebagai versi AT-802U yang dipersenjatai dan dilengkapi beragam sensor penginderaan.

AT-802U kemudian menerima sejumlah perubahan, khususnya untuk meningkatkan kemampuannya bertahan dari tembakan senjata ringan serta pemasangan sistem sensor untuk mengidentifikasi sasaran. Kokpit dan sekitar tangki bahan bakar menerima penambahan lapisan pelat baja yang kuat menahan impak peluru 7,62 mm. Untuk menemukan sasaran di darat, AT-802U dilengkapi IOMAX Flexible Pod yang dipasang di pylon tengah dengan sensor optics/infra red L3/MX-15 Wescam. Sensor ini digunakan untuk memandu bom pintar.

Baca juga: OV-10G+ Combat Dragon II: Lambang Supremasi Bronco dalam Jagad Pesawat COIN

AT-802U dapat membawa 4 ton senjata di 8 pylon yang tersisa, meski roda pendaratnya dirancang dapat menahan payload hingga 7 ton. Jika Super Tucano TNI AU hanya dilengkapi dua pucuk Senapan Mesin Berat (SMB) 12,7 mm, tabung roket FFAR atau dumb bomb Mk81/82, maka AT-802U membawa muatan senjata canggih yang biasanya hanya diperuntukkan bagi pesawat tempur jet. Daftarnya mencakup roket pintar CIRIT buatan Turki dan DAGR 2,75, bom laser Paveway II, atau rudal anti tank AGM-114 Hellfire. (Gilang Perdana)



Source link