Rusia Kembangkan Zmeevik – Rudal Balistik Hipersonik Anti Kapal “Super Carrier Killer”

Rusia Kembangkan Zmeevik - Rudal Balistik Hipersonik Anti Kapal "Super Carrier Killer"

Rusia tidak mengungkapkan foto Zmeevik. Rudal di foto ini adalah RS-24 YARS ICBM (Kredit foto: околрус dari Wikimedia Commons)

Rusia sepertinya ingin mengadopsi strategi yang digelar Cina dalam menghadapi kapal induk nuklir Amerika Serikat. Seperti diketahui, sejak beberapa tahun lalu, Cina telah mengoperasikan rudal balistik anti kapal – anti-ship ballistic missile (AShBM) hipersonik Dong Feng DF-21D Stonefish. Rudal tersebut memang dipersiapkan untuk melibas sasaran super strategis, dalam hal ini kapal induk AS, dengan kecepatan fantastis, Mach 10.

Baca juga: Stonefish “Carrier Killer” – Ancaman Terbesar untuk Kapal Induk AS di Masa Depan

Dikutip dari Navalnews.com (13/7/2022), disebutkan bahwa Rusia tengah mengembangkan rudal balistik anti kapal “Zmeevik”. Kantor berita Rusia – Tass, mengatakan bahwa Zmeevik adalah super carrier killer yang dapat melesat dengan kecepatan hipersonik. “Rudal balistik Zmeevik dengan kemampuan hipersonik telah dikembangkan cukup lama. Ini dirancang untuk menghancurkan target permukaan yang besar, terutama kapal induk.”

Salah satu sumber menambahkan bahwa dalam hal karakteristiknya, Zmeevik menyerupai rudal Cina dari kelas yang sama — DF-21D dan DF-26 dengan jangkauan hingga 4.000 km. NPO Mashinostroenia di Reutov, yang merancang rudal anti kapal hipersonik Tsirkon dan Avangard sejauh ini menolak untuk berkomentar.

Baca juga: Di Parade Militer 1 Oktober, Cina Tampilkan Rudal Hipersonik DF-17

Bagi Rusia tak terlalu sulit untuk mewujudkan rudal balistik anti kapal hipersonik, pasalnya sudah ada rekam jejak dalam pengembangan Tsirkon (rudal jelajah anti kapal) dan Avangard (rudal balistik). Bila Zmeevik mengacu ke DF-21D Stonefish, maka rudal ini akan disokong tenaga dari solid fuelled. DF-21D dengan jarak tembak 1.770 km baru sanggup menghantam sasaran di bagian barat Pasifik. Tapi lagi-lagi analis percaya daya jangkau rudal akan meningkat di masa depan, yaitu hingga ke wilayah tengah Pasifik. (Boni Prasongko)



Source link