Sindir Demokrat, Denny Siregar: Partai Kok Dari Dulu Urusannya Sama KPK Mulu

JAKARTA, RagamNews.com – Pegiat media sosial Denny Siregar menyindir Partai Demokrat. Menurutnya, sejak dulu partai tersebut selalu berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan Denny melalui akun Twitter-nya mengomentari pemberitaan salah satu media dengan judul berita ‘KPK Usut Keterkaitan Partai Demokrat dalam Kasus Korupsi di Kaltim’.

“Partai kok dari dulu urusannya ma KPK mulu… Partai apaan tuh..,” sindir @Dennysiregar7, Rabu (11/5/2022).

Seperti diberitakan, KPK kembali memeriksa politikus Partai Demokrat Jemmy Setiawan dalam kasus dugaan suap kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih atas nama Jemmy Setiawan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/5/2022), seperti dilansir dari Antara.

Jemmy yang merupakan Deputi II Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat itu sebelumnya juga pernah diperiksa KPK pada Rabu (30/3).

Tim penyidik saat itu mengonfirmasi Jemmy mengenai adanya pertemuan dengan tersangka Abdul Gafur terkait kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Partai Demokrat Kaltim.

Selain itu, tim penyidik juga meminta keterangan Jemmy soal pengetahuannya terkait dugaan aliran sejumlah dana oleh tersangka Abdul Gafur kepada pihak-pihak tertentu.

Selain Jemmy, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief, juga sebagai saksi untuk tersangka Abdul Gafur.

KPK sedianya memanggil Andi Arief pada Senin (9/5). Namun, ia tidak hadir dan mengonfirmasi untuk kembali hadir pada Selasa.

Hingga kini, KPK telah menetapkan enam tersangka atas dugaan kasus korupsi tersebut.

Kelima tersangka selaku penerima suap ialah Abdul Gafur Mas’ud, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Mulyadi (MI), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten PPU Edi Hasmoro (EH), Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten PPU Jusman (JM), dan Nur Afifah Balqis (NAB) dari pihak swasta selaku Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Sedangkan seorang tersangka selaku pemberi suap adalah Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ) dari pihak swasta.