Sosok Polisi Thailand Paling Berani Penjarakan Jenderal Tinggi Militer – VIVA – VIVA.co.id

VIVA – Sosok Paween Pongsirin, perwira tinggi polisi Thailand yang sudah 6 tahun hidup terasing di Australia menggemparkan kembali publik Thailand. Paween Pongsirin dicap menjadi sosok polisi paling berani dan jujur di negara itu setelah mengungkap sindikat penyelundupan manusia terbesar di negaranya yang melibatkan jenderal tinggi militer. Paween Pongsirin juga berhasil memenjarakan jenderal militer tersebut meskipun karier dan jalan hidupnya kemudian berubah.
Bermula dari Paween Pongsirin memimpin penyelidikan kasus penyelundupan manusia di Thailand atas permintaan atasannya setelah beberapa tahun lalu Thailand disorot dunia dalam hal ini. Tahun 2015, Paween Pongsirin memimpin penyelidikan setelah ditemukan setidaknya 30 kuburan dangkal orang-orang Rohingya di perbatasan Thailand-Malaysia. Di hutan perbatasan itu diketahui menjadi tempat sindikat dan mafia perdagangan orang menahan orang-orang Rohingya yang jika sudah tidak bisa membayar akan dijual dan dijadikan budak. Tak jarang mereka dipukuli, diperkosa dan disiksa hingga menyebabkan kematian dan dikubur begitu saja.
“Saya tidak bisa membayangkan mengapa manusia bisa melakukan hal sekejam ini kepada sesama manusia,” kata Paween Pongsirin sebagaimana dikutip dari dokumenter produksi Aljazeera.
Tak disangka investigasi yang dilakukan Paween kemudian langsung mengarah kepada Letnan Jenderal Militer Manas Kongpan yang pada tahun 2015 memimpin Angkatan Darat Thailand. Dengan bukti-bukti transfer yang diterimanya menjadi jelas bahwa Manas Kongpan yang bertanggung jawab dalam keamanan di Thailand selatan menjadi bagian dari sindikat penyelundupan manusia selama ini. Disebutkan dari hasil investigasi itu setidaknya lebih dari 100 orang politikus, pengusaha, pejabat polisi dan militer terlibat dilansir dari Thai PBS World.
Dari 103 tersangka, 62 orang dinyatakan bersalah. Vonis yang dijatuhkan antara 4 hingga 94 tahun akibat kejahatan luar biasa termasuk membantai para orang Rohingya itu. Jenderal Manas sendiri divonis 70 tahun penjara.
Namun Paween mengaku begitu dia membidik Manas, atasannya di kepolisian mulai menghalang-halanginya bahkan menahan sebagian alat bukti penting yang seharusnya bisa digunakan. Dia juga mendapatkan tekanan dari partai-partai pendukung pemerintah, pejabat hingga para petinggi di Kepolisian Thailand saat itu. Ancaman dia terima hingga dipindahkan ke wilayah selatan Thailand yang amat rawan dan dikuasai militer.
Paween yang paham mutasi itu bagai jebakan karena akan menjerumuskan dia ke lubang singa akhirnya sadar dia harus menyelamatkan diri. Koleganya juga mengatakakn dia jelas sudah dibidik karena memenjarakan jenderal militer berpengaruh. Paween pada tahun 2015 kemudian tanpa pikir panjang dan mengucapkan perpisahan layak dengan keluarganya berangkat ke Australia dan memohon suaka politik. Hingga saat ini dia masih tinggal di sana dan bekerja sehari-hari sebagai karyawan pabrik untuk keperluan mobil.

source