Swedia Tawarkan Gratis 14 Unit Jet Tempur Gripen ke Ceko, Ini Penjelasannya!

Swedia Tawarkan Gratis 14 Unit Jet Tempur Gripen ke Ceko, Ini Penjelasannya!

Gripen C AU Ceko dalam NATO Tiger Meet.

Seperti telah pernah dibahas pada artikel terdahulu, antara Ceko dan Hungaria punya kesamaan dalam adopsi jet tempur, yakni sama-sama mengandalkan Gripen C/D produksi Saab. Yang uniknya, kedua negara dengan alasan keterbatasan anggaran, memilih opsi leasing alias sewa guna Gripen dari Swedia. Dan ada kabar terbaru datang dari Swedia, yang menawarkan Ceko untuk kepemilikan armada 14 unit (12 unit Gripen C dan 2 unit Gripen D) secara gratis setelah masa sewa berakhir pada tahun 2027. Kok bisa?

Baca juga: Leasing Jet Tempur ala Ceko dan Hungaria, Solusi Kebutuhan Alutsista Secara Cepat dengan ‘Paket Meriah’ Plus Dapat ToT

Dikutip dari seznamzpravy.cz (29/6/2022), pernyataan sekaligus tawaran menggiurkan itu datang dari Duta Besar Swedia untuk Republik Ceko Fredrik Jörgensen, yang mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Seznam Správy bahwa Ceko dapat menyimpan dan menggunakan Gripen yang disewa dari Swedia secara gratis. Tentu pernyataan tersebut ada pemicunya, yakni karena Ceko tengah mempertimbangkan pengadaan jet tempur baru pasca berakhirnya masa sewa Gripen.

Latar belakang dari kasus ini adalah Pemerintahan Perdana Menteri Ceko Petr Fiala, segera ingin memutuskan pada bulan Juli 2022, seputar jet tempur mana yang akan digunakan pilot Ceko setelah masa sewa gripens saat ini berakhir. Meski tidak disebutkan nilainya, Swedia dan Amerika Serikat rupanya tertarik dengan kontrak raksasa bernilai puluhan miliar dollar. Satu poin yang menarik dari pengadaan jet tempur baru, Ceko tidak lagi akan menggunakan model leasing lagi.

Saab dari Swedia yang sudah punya rekam jejak di Angkatan Udara Ceko menawarkan generasi Gripen E/F, seperti yang digunakan AU Brasil. Tetapi Swedia tak bisa melenggang sendiri, pasalnya AS menawarkan jet tempur stealth F-35 Lightning II yang tengah digandrungi negara-negara tajir di Eropa. Untuk itu pembasahan tentang pengadaan kini tengah dilakukan di level tinggi. “Waktunya dipertaruhkan, semakin cepat Ceko bergabung dengan antrian di antara mereka yang tertarik dengan jet tempur F-35, semakin baik,” ujar Jan Bartošek, wakil ketua DPR Republik Ceko. Ia menambahkan, Ceko juga nantinya tidak ingin melanjutkan dalam bentuk pengadaan leasing, tetapi ingin membeli 24 unit jet tempur, yaitu dua skuadron.

Sementara kubu Menteri Pertahanan Ceko Radovan Vích yang belum lama ini ikut dalam KTT NATO, menyatakan bahwa semuanya masih dalam pembahasan, dan untuk saat ini Gripen masih akan tetap digunakan. “Sudah ada pembicaraan bahwa kami membutuhkan 24 pesawat dan lebih disukai F-35. Untuk itu, saya tambahkan bahwa jika dia memutuskan seperti ini. Namun harus diperhatikan, satu jam terbang Gripen berharga sekitar 5 ribu dollar, sementara satu jam terbang F-35 berharga 30 ribu dollar. Agar optimal, setiap pilot tempur harus memiliki 150 jam terbang per tahun. Selain itu, pelatihan ulang ke tipe jet tempur baru akan menjadi tantangan dalam satu atau dua tahun,” ujar Radovan Vích.

Meski lebih banyak suara mendukung F-35, pemerintah Swedia berusaha membalikkan keputusan pemerintah Ceko ke pihaknya dengan menawarkan untuk ‘meninggalkan’ skaadron Gripen yang ada. “Ada kemungkinan untuk mentransfer pesawat yang saat ini disewa ke Republik Ceko tanpa biaya. Mereka (Saab) pada dasarnya sudah dibayar, itu seperti menyewa mobil. Kami akan menganggap mereka pada dasarnya dibayar dan atas dasar ini, dan kami dapat memperluas sistem kerja sama untuk seri C atau lebih jauh ke seri E,” kata duta besar Swedia untuk Republik Ceko, Fredrik Jörgensen.

Kubu Swedia mengklaim bahwa bila mengadopsi Gripen E/F maka proses transisi akan lebih mudah, baik pilot dan teknisi pesawat sudah akrab dengan sistem yang ada pada kelurga jet tempurr Gripen. “Ada persaingan dramatis yang terjadi di sini. Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang daya saing ini, saya hanya ingin menekankan esensi dari penawaran kami. Kami percaya Gripen E adalah salah satu pesawat terbaik di dunia,” kata Jörgensen.

“Jika Republik Ceko memutuskan untuk membeli Gripen, maka itu akan menyederhanakan pelatihan dan keamanan logistik. Pilot Gripen C/D saat ini tidak diragukan lagi akan berlatih kembali ke Gripen E/F jauh lebih cepat daripada jenis pesawat yang sama sekali baru. Dengan cara yang sama, perlengkapan dan fasilitas pendukung pesawat tidak perlu dibeli, tetapi sarana yang ada saat ini pada dasarnya sudah cukup. Kedua hal ini pasti akan mengurangi nilai akuisis Gripen generasi terbaru,” kata analis militer Dušan Rovensk.

Rovensk menambahkan, F-35 lebih besar dan lebih kuat daripada Gripen C/D dan E/F. “Ini, tentu saja, tercermin dalam harga pembelian, tetapi terutama dalam biaya operasi, yang lebih tinggi daripada pesawat Swedia. Jika layanan standar pesawat baru direncanakan selama 30 tahun, maka itu adalah jumlah keuangan yang sangat besar, sementara itu semua dapat dihemat dengan melanjutkan pengoperasian pesawat Gripen dalam anggaran negara.”

Baca juga: Breaking! Jerman Pilih F-35 Lightning II untuk Gantikan Panavia Tornado

Namun disisi lain, F-35 memiliki sejumlah keunggulan. “Untuk F-35, dihitung akan beroperasi dan diupgrade hingga tahun 2070. Jika kita membeli F-35, maka kita akan menyelesaikan masalah sampai 40 tahun ke depan. Biaya memang akan lebih tinggi di awal, namun F-35 akan menjadi pesawat standar Eropa,” kata Rovensk.

Yang jelas, Pemerintah Ceko saat ini berada dalam tekanan waktu dan harus segera mengambil keputusan, karena F-35 juga tengah dipesan oleh beberapa negara lain. (Gilang Perdana)



Source link