Tentara AS di Polandia Ajari Militer Ukraina Cara Pakai Senjata | merdeka.com – Merdeka.com

Merdeka.com – Tentara Amerika Serikat di Polandia memberi pelatihan kepada militer Ukraina cara menggunakan senjata yang dikirimkan negara Barat ke Ukraina. Demikian menurut sumber yang mengetahui masalah ini kepada CNN.
Presiden AS Joe Biden Senin lalu mengatakan tentara Amerika yang ditempatkan di Polandia “memberi bantuan kepada tentara Ukraina”. Tentara AS dikerahkan ke Polandia untuk memperkuat wilayah Timur NATO di tengah serangan Rusia ke Ukraina.
Laman CNN melaporkan, Selasa (29/3), bentuk pemberian pelatihan ini adalah upaya AS untuk membantu Ukraina dalam tanpa secara langsung berhadapan dengan Rusia.
Sumber tersebut mengatakan Biden mendengar langsung dari tentara AS di Polandia bagaimana mereka memberi bantuan penggunaan senjata taktis kepada militer Ukraina.
“Kami membicarakan soal membantu tentara Ukraina yang ada di Polandia,” kata Biden Senin lalu.
Pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNN, “Ada tentara Ukraina di Polandia yang rutin berhubungan dengan tentara AS dan itulah yang dimaksud presiden.”
Bentuk pelatihan itu adalah memberi tahu cara menggunakan rudal anti-tank Javelin yang sudah banyak dikirimkan ke Ukraina. Polandia menjadi negara transit persenjataan yang akan dikirimkan ke Ukraina.
AS sudah mengalokasikan USD 1 miliar untuk bantuan keamanan kepada Ukraina dalam satu bulan terakhir dan berniat menambah bantuan persenjataan dengan 9.000 rudal anti-tank, termasuk Javelin, hampir 7.000 senjata ringan, termasuk senjata mesin dan peluncur granat, 20.000 amunisi dan 100 drone perang.
“Ini adalah pengiriman langsung dari Kementerian Pertahanan ke militer Ukraina untuk melawan invasi saat ini,” kata Biden awal bulan ini. “Kami akan terus menambahnya lagi dalam beberapa hari dan pekan ke depan.”
Tak hanya itu, seperti dilaporkan CNN sebelumnya, AS dan NATO juga saling berbagi informasi intelijen tentang pergerakan pasukan Rusia dan posisi mereka serta menyadap saluran komunikasi. [pan]
Baca juga:
Roman Abramovich, Anak Yatim Piatu yang Jadi Miliuner Lalu Juru Runding Rusia-Ukraina
Menlu Ukraina Ingatkan Juru Runding Jangan Makan dan Minum Usai Laporan Peracunan
Misteri Roman Abramovich, Mengapa Dia Mau Jadi Perantara Putin dan Zelenskyy?
Balas Sanksi Barat, Rusia akan Batasi Visa untuk Sejumlah Negara
AS Percepat Produksi Rudal untuk Bantu Ukraina Hadapi Pasukan Rusia
Rusia Sita Jam Tangan Mewah Buatan Swiss Senilai Puluhan Miliar
Roman Abramovich Diduga Diracun Saat Hadiri Perundingan Damai dengan Ukraina
Skenario Rusia Memecah Ukraina Seperti Korea Utara dan Korea Selatan
Rusia Larang Media Lokal Tayangkan Wawancara dengan Presiden Ukraina
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Masih Ada 6.000-an Tiket, ini Cara Daftar Mudik Gratis Sepeda Motor di KAI
Penyebab Kebakaran Mal Tunjungan Plaza: Korsleting Lampu Teras Bioskop
Penelitian: Lebih dari Setengah Orang Amerika Pernah Tertular Covid
Bupati Ade Yasin Teken SE Larangan PNS Terima Gratifikasi Lebaran sebelum di-OTT KPK
Penelitian: Lebih dari Setengah Orang Amerika Pernah Tertular Covid
Putin Izinkan PBB Terlibat Evakusi Warga Sipil di Mariupol Ukraina
Petani Ukraina Pakai Rompi Antipeluru untuk Bajak Ladang
Jerman akan Kirim Bantuan Tank ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Bisakah Manusia Menumbuhkan Daging di Luar Angkasa?
Strategi AS Ingin Lemahkan Kekuatan Militer Rusia dalam Perang di Ukraina
Penelitian: Makan Serangga dan Daging 'Tiruan' Baik untuk Kesehatan dan Bumi
Twitter Blokir Cuitan Status Anti-Islam Politikus Belanda Geert Wilders
Menlu Rusia: Jangan Anggap Remeh Risiko Perang Nuklir di Ukraina
Donald Trump Ungkap Tak Akan Gunakan Twitter Walaupun Akunnya Dikembalikan Elon Musk
Ribuan Warga Riau Dapat 12 Ton Minyak Goreng dan Gula Murah
Resmi, Pemerintah Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Mulai 28 April 2022
Survei: Kepuasan Publik ke Jokowi Turun jadi 59,9%, Efek Minyak Goreng Luar Biasa
Survei Indikator: Elektabilitas PDIP Turun Terdampak Isu Minyak Goreng
Wapres Ma'ruf Sebut Larangan Ekspor Minyak Goreng Bakal Dievaluasi
Advertisement
Advertisement
Strategi AS Ingin Lemahkan Kekuatan Militer Rusia dalam Perang di Ukraina
Menyoroti Nasib Muslim Prancis Setelah Kemenangan Macron
Bayang-Bayang Kelam Masa Lalu Menghantui Proses Perdamaian di Myanmar

source