Ukraina Terus Serap Senjata dan Pelatihan Militer Barat, Putin Gagal Raih Tujuan Perangnya? – Kompas.com – KOMPAS.com

Ukraina Terus Serap Senjata dan Pelatihan Militer Barat, Putin Gagal Raih Tujuan Perangnya?
WASHINGTON DC, KOMPAS.comInvasi Rusia ke Ukraina yang memasuki bulan kedua justru membuat tentara Ukraina semakin menyerap persenjataan dan pelatihan Barat, sebuah transformasi yang ingin dicegah Presiden Vladimir Putin ketika memutuskan menyerang tetangganya.
Daftar senjata yang mengalir ke Ukraina panjang dan terus bertambah panjang. Ini termasuk drone udara medan perang terbaru Amerika Serikat (AS) dan artileri paling modern dari AS dan Kanada.
Ada juga, senjata anti-tank dari Norwegia dan lainnya; kendaraan lapis baja dan rudal anti-kapal dari Inggris; dan rudal kontra-udara Stinger dari AS, Denmark, dan negara-negara lain.
Baca juga: Rangkuman Hari Ke-61 Serangan Rusia ke Ukraina, Peringatan Perang Dunia III dan Rencana AS
Jika Ukraina dapat menahan Rusia, akumulasi persenjataan Baratnya dapat memiliki efek transformatif di negara yang, seperti bekas republik Soviet lainnya, kebanyakan mengandalkan senjata dan peralatan dari era Soviet.
Tetapi mempertahankan bantuan militer itu tidak akan mudah. Ini mahal dan, untuk beberapa negara pemasok, berisiko secara politik.
Bantuan senjata ke Ukraina itu juga diambil dari persediaan Barat yang pada titik tertentu perlu “diisi ulang”.
Itulah sebabnya Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengadakan pertemuan pada Selasa (26/4/2022) di pangkalan udara Ramstein Jerman, untuk mencari cara agar kiriman senjata ke Ukraina tetap berjalan, sekarang dan untuk jangka panjang.
Para menteri pertahanan dan pemimpin militer dari sekitar 40 negara akan berpartisipasi akan berpartisipasi dalam pertemuan itu, dilansir dari AP.
Baca juga: Keluh Kesah Warga Muslim Ukraina, Ramadhan di Tengah Perang Rusia: Iman Menguatkan
Tujuan pertemuan itu, menurut Austin, bukan hanya untuk mendukung pertahanan Ukraina tetapi untuk membantu mereka menang melawan kekuatan invasi yang lebih besar.
“Kami percaya mereka bisa menang jika mereka memiliki peralatan yang tepat, dukungan yang tepat,” kata Austin pada Senin (25/4/2022) di Polandia setelah kembali dari kunjungan ke Kyiv dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken untuk berdiskusi soal kebutuhan militer Ukraina.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source